Gema Pancasila 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema Dari Nilai ke Aksi Nyata
yl
Hai Kalteng - Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansyah mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran secara resmi membuka kegiatan Gema Pancasila Tahun 2026 dengan tema “Dari Nilai ke Aksi Nyata” yang berlangsung di Aula Eka Hapakat Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (2/2/2026).
Dalam sambutannya, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansyah menyampaikan bahwa kegiatan Gema Pancasila adalah momentum strategis untuk memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, terutama di tengah tantangan era digital yang ditandai oleh arus informasi dan disinformasi. “Pancasila tidak cukup dipahami secara konseptual, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan tindakan nyata di lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, serta ruang digital,” tegas Darliansyah.
Darliansyah menambahkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga ketahanan ideologi bangsa di tengah tantangan global dan perkembangan teknologi informasi. “Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa harus terus diperkuat agar tidak tergerus oleh masuknya paham-paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” tutur Darliansyah. Darliansyah menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah sebagai daerah yang majemuk memiliki kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan kerukunan. Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat menjadi modal sosial yang perlu terus dijaga melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila. “Falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila di Kalimantan Tengah dalam menjaga persatuan dan kerukunan,” pungkas Darliansyah.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI, Timoteus Olong, menyampaikan bahwa kegiatan Gema Pancasila Tahun 2026 dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk menjawab tantangan globalisasi, pesatnya perkembangan teknologi informasi, serta pengaruh budaya asing terhadap pola pikir dan sikap generasi muda. “Kegiatan Gema Pancasila adalah upaya untuk menjawab tantangan globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta pengaruh budaya asing yang berdampak pada melemahnya nasionalisme dan pemahaman generasi muda terhadap Pancasila,” jelas Timoteus. Timoteus menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila serta karakter kebangsaan peserta menuju Indonesia Emas 2045. “Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan pemahaman nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat karakter kebangsaan yang menjunjung gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air,” ujar Timoteus. Melalui kegiatan Gema Pancasila Tahun 2026, diharapkan nilai-nilai Pancasila semakin tertanam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda, guna memperkuat persatuan, karakter kebangsaan, dan semangat cinta tanah air di Bumi Tambun Bungai.
Tampak hadir Penanggung Jawab Tim Kerja Penghayatan dan Pengamalan Pancasila Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintah Umum Aulia Zuhdi, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah Muhamad Rusan, Kepala OPD Terkait, serta pelajar dan guru pendamping dari 15 sekolah SMA/sederajat di Kota Palangka Raya. (Sumber : Diskominfo Kalteng)
- Tinggalkan Komentar
Hai Kalteng